ciao!

Nah lho, ngepos unyu dibalesnya pake ngepos lagi haha.
Anak ini unyunya ngga berubah dari SMP. Congraduation, Saaa.

Nah lho, ngepos unyu dibalesnya pake ngepos lagi haha.

Anak ini unyunya ngga berubah dari SMP. Congraduation, Saaa.

Kalo bahasa sosmed jaman sekarang sih disebutnya #superlatepost haha. Kue ulang tahun dari orang-orang yang meninggalkan jejak di hati, 13 Februari 2014. Terima kasih yaaa

Kalo bahasa sosmed jaman sekarang sih disebutnya #superlatepost haha. Kue ulang tahun dari orang-orang yang meninggalkan jejak di hati, 13 Februari 2014. Terima kasih yaaa

Cimpi-cimpi ciwi-ciwi (Plus Arkady haha) @ Nomnom Eatery, May 31 2014

Cimpi-cimpi ciwi-ciwi (Plus Arkady haha) @ Nomnom Eatery, May 31 2014

Sahabat adalah pemenuhan kebutuhan jiwa.

Dialah ladang hati, yang ditaburi dengan kasih dan dituai dengan penuh rasa terima kasih.

Sahabat adalah naungan sejuk keteduhan hati dan api unggun kehangatan jiwa, karena akan dihampiri kala hati gersang kelaparan dan dicari saat jiwa mendamba kedamaian.

Ketika ia menyampaikan pendapat, kalbu tak kuasa menghadang dengan bisikan kata “tidak”, dan tak pernah khawatir untuk menyembunyikan kata “ya”.

Bilamana dia terdiam tanpa kata hati senantiasa mencari rahasianya.

Dalam persahabatan yang tanpa kata, segala fikiran, hasrat, dan keinginan terangkum bersama, menyimpan keutuhan dengan kegembiraan tiada terkirakan.

Ketika tiba saat perpisahan janganlah ada duka, sebab yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin akan nampak lebih cemerlang dari kejauhan.

Seperti gunung yang nampak lebih agung dari padang dan ngarai.

Lenyapkan maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.

Karena cinta berpamrih yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta, tetapi sebuah jaring yang ditebarkan ke udara,

hanya menangkap kekosongan semata .

Persembahkan yang terindah bagi persahabatan. Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu. Karena persahabatan kan kehilangan makna jika mencarinya sekadar bersama guna membunuh waktu

Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu.

Sahabat kan mengisi kekuranganmu bukan mengisi kekosonganmu.

Dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa kegirangan.

Berbagi duka dan kesenangan.

Karena dalam rintik lembut embun, hati manusia menghirup fajar yang terbangun dan kesegaran gairah  kehidupan.

-Kahlil Gibran

Kinda missed this bff-thingy lately. Do I still have this thing called ‘best friend material’?

biasanya sih

saya (2.00 am) : aduh insom, kayaknya ngga bisa tidur sampe subuh deh hiks

saya (2.02 am) : *ngorok already*

Timeout, dong.

Jaman SMA, kalau lagi dengerin alumni atau mentor ngomong, “Hidup itu harus punya tujuan” kadang suka ngerasa klise dan yaudah sih, siapa juga yang ngga tau kalo hidup harus punya tujuan. Ngga usah dibilangin juga udah tau kali. Mungkin karena saat itu super gampang yang namanya nentuin jalan hidup mau kemana. Segampang bermimpi pokoknya abis SMA harus bisa masuk kampus gajah. Cara mencapainya juga jelas, kalau mau masuk sono, ya harus rajin belajar. Kerjain semua soal yang ada. Sering-sering minta tambahan jam belajar dari tempat les, sampe nginep. Pokoknya harus bisa!

Eh ternyata, si kalimat klise kalau hidup harus punya tujuan baru kerasa dalemnya ya sekarang ini. Saat lagi di titik ini banget. Titik yang mungkin semua anak tingkat akhir pernah lalui.

Lagi berjuang (atau masih belum pantas menggunakan padanan kata ‘berjuang’ ya?) TA untuk mengejar lulus tahun ini (amin), eh pertanyaan yang selama ini dihindari itu sering banget muncul. Abis ini mau kemana, Ti? Dan susahnya minta ampun menghindar dari pertanyaan satu ini.

Pengennya sih, pengennya, waktu berhenti dulu sebentar, supaya dikasih kesempatan mikir sepuasnya, baru abis itu yuk lanjut. Sayangnya hidup ngga kayak tanding futsal atau basket yang bisa minta timeout. Pas lagi mikir gini, waktu terus jalan, dan ngga kerasa ternyata orang lain di sekitar udah moving forward, sedangkan ini masih stuck mikirin hal yang itu-itu aja.  Nah, lho.

Mudah-mudahan tulisan ini bikin saya sadar kalo detik ini udah bukan waktunya lagi kelamaan mikirin yang ngga jelas. Pilihan super banyak di depan mata, tapi kalo di dalem kosong melompong gini ngga tau harus ngapain, mau kemanapun jadi setengah-setengah. Hiks.

Mungkin harus dikasih deadline kali ya untuk ngejawab si pertanyaan klise tadi. Hmmmm. Semoga untuk yang satu ini, penyakit deadlinernya ngga kambuh. Semoga!

amelcamel:

Tanding terakhir dengan team super hebat, kita hebat guys! xoxo

xixi terima kasih tim futsal cantik yg sudah mengajariku bermain bola :*

amelcamel:

Tanding terakhir dengan team super hebat, kita hebat guys! xoxo

xixi terima kasih tim futsal cantik yg sudah mengajariku bermain bola :*

rizkanoviandari:

tausendsunny:

yang adegan kejar-kejarannya unyuu x))

YA TUHAN :))

ya ampun kucing di himpunan bisa ngga ya disuruh foto beginian

(Source: dojiahol735, via arinaysays)

erismahdi:

Enviro edisi 13 - Water Supply and SanitationEnviro edisi 13 ini akan menyajikan artikel-artikel terkait isu “Water Supply and Sanitation” dengan harapan para pembaca akan menyadari urgensi dari permasalahan sanitasi dan penyediaan air bersih yang ada saat ini.

erismahdi:

Enviro edisi 13 - Water Supply and Sanitation
Enviro edisi 13 ini akan menyajikan artikel-artikel terkait isu “Water Supply and Sanitation” dengan harapan para pembaca akan menyadari urgensi dari permasalahan sanitasi dan penyediaan air bersih yang ada saat ini.

Lagi suka banget lagu ini, gara-gara @erismahdi

The Wolves And The Ravens (OST The Secret Life of Walter Mitty)

In the morning by the sea

As the fog clears from the sand

I have no money in my hand

I have no home, I have no land

But it doesn’t trouble me

As I lay beside the fire

I am easy to inspire

There is little I require

I wasn’t yours and you weren’t mine

Though I’ve wished from time to time

We had found a common ground

Your voice was such a welcome sound

How the emptiness would fill

With the waves and with your song

People find where they belong

Or keep on

Through the never-ending maze

Where the way is seldom clear

There is no map or compass near

I drive a ship I cannot steer

Through the bleak and early morn

Where a stronger will is sworn

Where the moments move so slow

And seem to never let you go

When my hands are old and ache

And my memory flickers dim

And my bones don’t hold my skin

There’s no place I haven’t been

I recall the days were few

That is all that I can do

Feel the carvings in the tree

That gives shade for you and me

sekampungsirik:

Menyisakan Perih

Menyisakan Sunyi

Laki-Laki Pemalu oleh Pandai Besi

HADUH HAKHAKHAKKAHAKAK

“Kak, ini kebaya ibu buat wisudaan kakak.”
— Ibunda, masuk kamar dengan membawa kebaya baru. Disaat anaknya ngejar dosen buat minta TTD pun sulit. Yuk ah selesaikan ini semua!